Lelaki Malang, Kenapa Lagi? adalah sebuah novel klasik Jerman yang ditulis oleh Hans Fallada. Sang penulis terlahir dengan nama Rudolf Wilhem Friedrich pada 21 Juli 1893. Penamaan Hans Fallada terinspirasi dari karakter Hans dalam dongeng Hans im Glück dan Falada, kuda berbicara dalam cerita Die Gänsemagd. Popularitas Fallada melejit melalui novel Lelaki Malang, Kenapa Lagi? terbit pada Tahun 1932 dengan judul Kleiner Mann, was nun?

Novel ini kemudian diterjemahkan oleh Tiya Hapitiawati langsung dari versi Bahasa Jermannya dan diterbitkan oleh Moooi Pustaka pada 2019. Buku setebal 412 halaman ini ditulis dalam urutan kronologis yang memungkinkan pembaca mengikuti perkembangan karakter tokoh-tokohnya.

Cerita dalam novel ini berlatar Jerman di era kepemimpinan Hitler. Ceritanya berpusat pada keluarga kecil yang berjuang menghadapi dinamika hidup di tengah kekuasaan Nazi. Tokoh utamanya, Johannes Pinneberg, seorang lelaki duapuluh tiga tahun yang bekerja sebagai pegawai pembukuan di satu toko. Ia mendapati hidupnya berubah ketika kekasihnya, Lämmchen, hamil. Di tengah krisis ekonomi, baik aborsi maupun memiliki anak sama-sama membawa konsekuensi berat. Tapi Pinneberg akhirnya memilih melamar kekasihnya.

Setelah pernikahan sederhana, ujian kehidupan pun dimulai. Lämmchen harus meninggalkan pekerjaannya, keluarganya, dan kota asalnya di Platz untuk mengikuti Pinneberg ke Ducherow. Dengan penghasilan pas-pasan dan kondisi negara yang tidak menentu, keluarga kecil ini menghadapi risiko kehilangan pekerjaan dan ketidakpastian masa depan.

Setelah kehilangan pekerjaan, keluarga kecil ini terpaksa pindah dari kota kecil Ducherow ke Berlin yang lebih besar. Disana, mereka harus menyesuaikan diri dengan kehidupan kota kecil yang jauh lebih berat. Akomodasi dan keperluan rumah tangga yang jauh lebih mahal, serta pekerjaan yang jauh lebih menantang. Pinneberg harus menghadapi para pemilik pekerjaan yang hanya berorientasi pada keuntungan.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, Pinneberg dan Lämmchen dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan pernikahan, intervensi keluarga, dan peran baru mereka sebagai orang tua. Novel ini sangat kuat menggambarkan kemalangan-kemalangan yang dihadapi Pinneberg dan kegigihannya berjuang sebagai kepala keluarga. Sementara itu, Lämmchen tumbuh menjadi sosok bijaksana, pengatur keuangan yang cakap, dan pendamping setia.

Melalui kehidupan pasangan muda tersebut dan interaksi sosial mereka, kita bisa menikmati kehidupan rakyat kecil di kondisi politik dan ekonomi Jerman yang sulit. Orang-orang kelas menengah ke bawah berusaha bertahan hidup dengan penghasilan seadanya, sementara para pemilik usaha terpaksa harus memecat karyawannya demi efisiensi atau mempertahankan profit.

Novel ini juga memberi gambaran tentang arti pekerjaan bagi manusia. Pekerjaan mempengaruhi  martabat manusia dan kondisi psikologi mereka. Ketika Pinneberg punya pekerjaan, ia punya alasan berpakaian rapih dan bersemangat merencanakan masa depan. Ketika kehilangan pekerjaan, ia merasa sebagian dirinya seperti hilang dan menjadi cepat emosional. Karena itu, semua orang berjuang untuk memiliki pekerjaan sehingga punya harapan hidup, bisa mandiri, dan diintimidasi oleh orang lain.

Saya menyukai novel ini karena relevansinya dengan kehidupan kita sekarang – dengan perjuangan masyarakat kelas menengah ke bawah di tengah situasi negara yang sulit. Kemalangan-kemalangan Pinneberg sungguh menyentuh hati. Selagi membaca, saya terus berharap ada nasib baik yang segera menyapa kehidupan Pinneberg. Alangkah baik jika ia punya pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik dan mampu menyewa satu rumah untuk Lämmchen dan putranya. Di dapur itu, Lämmchen akan memasak dengan kompor dan beberapa panci. Ia akan belajar dari masa sulit dan lebih bijak dalam mengatur keuangan agar mereka bisa menabung lagi dan merencanakan masa depan yang lebih indah.

Sayangnya, sang penulis terus saja membuat saya bertanya, “Pinneberg, lelaki malang, kenapa lagi?”

Tapi setidaknya, engkau tahu apa yang penting bagi kehidupan. Masuklah ke rumah, Pinneberg. Beristirahatlah dan bangunlah lebih segar besok pagi! Kehidupan menunggumu.

By Vie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *